Radinal Aidin

Blognya Poetra Pangkep

Blognya Anak Pangkep
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
SYAIR NASEHAT BERKASIH KASIHAN

SYAIR NASEHAT BERKASIH KASIHAN

SYAIR NASEHAT AGAMA

Para pembaca baik budiman,
Inilah syair nak ku kisahkan,
Cerita tentang berkasih-kasihan,
Jua dipanggil bercinta-cintaan.

     Darinya mata turun ke hati,
     Bila dah suka rindu pun pasti,

PUISI SEKOLAHKU Karya : MUSMULIADI

SEKOLAHKU Kumpulan Puisi Pelajar SMPN 9 LIUKANG TUPABBIRING UTARA

SMPN 9 LIUKANG TUPABBIRING UTARA
SMPN 9 LIUKANG TUPABBIRING UTARA

Sekolahku…
Tempatku menuntut ilmu
Warnamu begitu cerah dan indah
Terkena pancaran sinar matahari

Sekolahku…
Kau indah pendidik bangsa
Berkatmu kudapat gapai cita-citaku
Berkatmu kudapat banggakan orang tuaku

Sekolahku…
Separuh dari jiwaku
Terimakasih sekolahku
Kau tetap ku kenang seumur hidupku

Karya : MUSMULIADI

PUISI PELAJAR KARANG KARYA KASMA. H

Kumpulan Puisi Pelajar SMPN 9 LIUKANG TUPABBIRING UTARA

KASMA. H
KASMA. H

Kulihat kau begitu indah
Tapi sayang kau hampir punah
Kaupun hampir tiada
Kau hancur berkeping-keping
Karena ulah manusia

Padahal itu tempat perlindungan mereka
Karenamu hewan laut hidup
Kaupun tempat berkembang biak mereka

Manusia resahkan hewan laut
Tak tau mereka tinggal dimana
Ikan kecilpun mati
Ditimpa terumbu karang yang mati

Karya : KASMA. H

PUISI TENTANG BINTANG Karya : SURIANI. T

BINTANG Kumpulan Puisi Pelajar SMPN 9 LIUKANG TUPABBIRING UTARA

PUISI Bintang
PUISI

Hari yang indah
Malampun datang
Membawa keindahan

Bertaburan bintang
Meski hati terasa sunyi
Dengan melihatmu
Hatiku terasa dipenuhi sejuta keindahan
Sungguh indah

Meski malam kerap menggapaimu
Malam jadi indah bermakna


Karya : SURIANI. T

Puisi Tentang BULAN HANDAYANI

BULAN Kumpulan Puisi Pelajar SMPN 9 LIUKANG TUPABBIRING UTARA,

HANDAYANI
HANDAYANI

Bulan
Tak hentinya kau menyinari alam
Menyinari hidup…

Bulan cahyamu begitu terang
Membawa segala deritaku

Bulan …
Kau bagai sahabat
Temani hariku

UNTUKMU INDONESIAKU

Kumpulan Puisi Pelajar SMPN 9 LIUKANG TUPABBIRING UTARA

UNTUKMU INDONESIAKU
UNTUKMU INDONESIAKU
Disini ku dikejar impian
Penuh kesejahteraan
Indonesia dulu dikenal Negara terkaya
Tapi sayang telah menjadi Negara hampa

Dulu hukum ditegakkan
Tapi sekarang ditiadakan
Sekarang kaya makin kaya
Dulu miskin menjadi melarat

Semua orang dibutakan uang
Bahkan anakpun dibeli pake uang
Tapi aku takkan menyerah menegakkanmu
Bertahanlah Indonesiaku

HARAPAN DARI OMBAK

ketika mata hati termangu dalam kesepian
adakah sedikit penggugah semangat untuk malam ini...
sebisaku akan kugapai semangat itu...
meski aku sendiri tak mampu menopang kedua kakiku...
dan senang rasanya.....
meski semangat kehidupan itu tak kudapat dari kalian..
ada secuil harapan dari bisikan ombak
yang membelai pendengaranku...
....... semangat lah......
karena jika kau hanyut dalam kesedihan...
maka kau akan hancur...
jika seterusnya tak lagi ada senyum diwajahmu....
bisik ombak pada malam ini....

ITU YANG MEMBUAT SEMUANYA BERUBAH

ITU YANG MEMBUAT SEMUANYA BERUBAH

ITU YANG MEMBUAT SEMUANYA BERUBAH
ITU YANG MEMBUAT SEMUANYA BERUBAH
Itukah
Peraduan sudut kampus
Sungguh terasa ada pertengkaran batin
Jauh dari sudut pandang
Tapi terasa sangat mendalam
Harum bunga tak lagi terhirup pada indra pemciuman
Ah…. Sangat mengengat
Kau tak merasakannya….
Tambah menyengat…..
Terasa ingin meninggalkan kalian
Kewangian tubuhmu tergantikan sudah…
Semakin kau mendekat semakin terasa menyengat
Ingin muntah …..
Tapi malu…
Aku ingin pergi…
Takut kau tersinggung…
Kupinta kau untuk melihat alas kakimu
Ternyata itu yang membuat jarak hubungan kita hari ini renggang
Ada……
Ada…….
Ada……
Ada …….. tai kucing di sepatumu……..

Ingat kisah kita Beranjak dari kasihan

Ingat kisah kita Beranjak dari kasihan

Ingat kisah kita Beranjak dari kasihan
Ingat kisah kita Beranjak dari kasihan

Ingat kisah kita
Beranjak dari kasihan
Harapan yang ingin dibuktikan
18 Juli 2011 menjadi saksi bisu cerita kita
Seberkas kasih dibagi dalam satu jalinan cinta
Masih belum paham karakter kita
Kerikil kecil masih setia menghambat perjalanan kita
Sabar menjadi sajadah batin
Ikhlas sebagai iktiar tameng
Aku, mereka , keluarga dan sahabat
Bersama setia menjaga hubungan agar tak berkarat
Untunglah mereka malaikat penyemangat
Yang kuanggap kian hari kian berkarat
Bukan aku
Bukan mereka
Bukan siapa-siapa
Apalagi Tuhan yang menghakimi kita
Kuajak kau menuju altar kebahagiaan
Aku hanya mampu mengingatkanmu
Kemarin adalah kenangan
Hari ini adalah kenyataan
Dan……
Esok adalah impian
Mari merajut impian kita mulai sekarang…….

PUISI KEKASIH KU


UNTUK KEKASIHKU
Senja menguning di sudut peraduan dan kasat mataku
Adakah bayang yang mampu menunjukkan variabel  tunggal cintamu
Entahlah, ingat saja kau ada dalam setiap bayang kehidupanku
Sungguh aku mengharap perhatianmu

Logika hati yang ingin bicara
Aku tak mampu mencerna
Setiap detik bayang wajahmu
Terus saja membius untuk selalu mendekatimu
Apakah salah jika ku tuntut perasaanku
Untuk kau akui bahwa aku kekasihmu
Ataukah ini tameng untuk membuatku hancur
Dalam sisa perjalanan hidupku
Dan aku tahu kau ingin melihatku melacur
         

Adakah sedikit rasa perihatin
Yang kita tanam dalam sebuah imajinasi
Perjanjian, tutur lisan hanya kau anggap formalitas belaka

Sakit memang sakit
Dan kumohon cukup sampai disini
Jangan mempermainkanku lagi
Karena aku sangat menyayagigmu
Wahai Evi Hariantiku


                                        Saat rena menanyakan status kita 
                                                              26 april 2012




ENGKAU

ENGKAU

aku inginkan kau
aku butuh kau
saat ini.........
dimana rajutan senja yang dulu kita rajut
apakah kau tlah membuang ataukah mengabaikannya

dan kalau memang iya
maaf aku bukan siapa-siapamu

ANDI LAU (Antara Dilema dan Galau)

terbius kata dalam sadar
segelas kopi menjadi saksi kesedihan malam ini
aku bertarung melawan keyakinan dan kegalauan
benarkah ini adalah aku yang sesungguhnya

atau ini adalah sebuah sandiwara
yang nantinya akan terungkap dengan sendirinya

aku tak paham dengan katamu
dan sampai kapan aku harus menanti
apakah harus sampai akhir hayat ini..........
                                                                                          kutulis saat aku berajak pulang
                                                                                          ke kampus tercinta
                                                                                          bwechek (11.41 A.M) 9/4/2012........